[FanFic] GARO: Akai Ishi No Chikara

Prolog

Beratus-ratus tahun yang lalu, hiduplah sekumpulan Iblis kegelapan bernama `Horror` yang berasal dari dunia serupa dengan dunia setan atau jin. Sama seperti setan, mereka membenci umat manusia serta mencoba menjerumuskannya ke lembah nista. Yang lebih parah lagi, Horror bertahan hidup dengan memakan manusia melalui berbagai macam cara, bahkan sampai ada manusia yang dibuat menjual jiwanya pada Horror demi tujuan tertentu. Merasa bahwa aksi Horror semakin gencar, sebagian orang memutuskan untuk menjadi Penyihir dengan mempelajari kekuatan yang dapat melindungi umat manusia dari serangan makhluk tersebut. Hal itupun berhasil. Namun, sungguh disayangkan, kekuatan mereka tidak cukup efektif menandingi para Horror. Akhirnya, sebagian lagi dari mereka berinisiatif untuk mempelajari ilmu beladiri, berpedang, serta tenaga dalam. Orang-orang yang mempelajari ilmu inilah yang akhirnya sanggup menandingi Horror manapun. Terlebih, mereka dilengkapi oleh perlengkapan tempur berupa `armor` buatan para penyihir. Mereka lebih dikenal dengan sebutan `Makai Knight`. Sedangkan penyihir adalah `Makai Priest`. Setiap negara punya Makai Knight dan Priest masing-masing dengan Visi dan misi yang sama, melindungi manusia dari serangan Horror. Akan tetapi, dari sekian banyak Ksatria, hanya satu yang terkuat, yaitu ksatria berarmor emas: GARO.

~EOP

[Episode 1: Start!]

Belakang Mall Puri Indah – Jakarta Indonesia, 11 Januari 2024. Pukul 23:55 WIB.

“Pokoknya kita putus!!” teriak seorang gadis berambut panjang sebahu pada seorang pemuda berkemeja kotak-kotak merah di hadapannya. Mata indahnya menyipit berbahaya dengan mimik wajah garang. Meski begitu, wajahnya tetap terlihat cantik. Malah jauh lebih cantik ketika sedang marah.

“Evita, tolong dengarin dulu penjelasan aku… Aku masih sayang sama kamu. Tolong vit, sekali iniiii aja.” si pria berkemeja kotak-kotak merah memelas. Air mata menetes dari mata besarnya seperti bukan sifat pria sejati.

Evita membuang muka, membalikkan badannya dengan kesal. Ia sudah muak dengan janji-janji busuk pria itu. Karena kerap kali ia melihat si pria bercinta dengan wanita-wanita jalang di rumah pelacuran. Gadis mana yang tidak teriris-iris hatinya jika melihat orang yang ia cintai berselingkuh dengan gadis murahan?

“Vit. Aku mohon… Kali ini aku bener-bener janji gak akan ngelakuin perbuatan itu lagi. Kalau mau, lebih baik aku ngelakuinnya sama kamu.” pria itu kembali memelas. Rambut jambulnya jadi rusak karena ia memegangi kepalanya seperti orang depresi.

Mendengar hal demikian, mata Evita langsung melotot dan jantungnya menghentak. “Apa??” tanpa fikir panjang ia pun berbalik dengan posisi menampar pria itu.

Akan tetapi….

“Lari!”

Tiba-tiba terdengar teriakan dingin seorang pria dari atas gedung lantai dua yang letaknya persis di tempat mereka bercekcok. Setelahnya, seorang pemuda berjaket merah panjang melompat ke bawah, turun dari sana dan mendarat mulus dengan posisi setengah berlutut. Pemuda itu ialah `Daiga Koujima`. Seorang pemuda bermata hitam dan tajam, memiliki rahang kuat, hidung mancung ke luar, lengkungan bibir yang tak lebar, serta wajah yang tanpa ekspresi. Rambut belakangnya yang berdiri membuat pemuda itu memiliki `ciri khas` tersendiri. Dan yang terpenting, pemuda berjaket merah dengan balutan baju karet ketat berwarna hitam dengan corak emas pada bagian dadanya ini ialah penyandang gelar `Makai Knight`.

Koujima Daiga

Evita menatap heran pada pemuda tersebut. “Heh, siapa loe??” tanyanya, sembari berjalan beberapa langkah ke depan. Posisinya membelakangi orang yang ingin ia tampar tadi.

Daiga hanya diam dan menatap datar.

“Maksud loe apa?? Loe mau sok pahlawan ngebelain dia terus nyuruh dia lari??” tanya Evita sekali lagi. Kali ini lebih menekan.

“Nggak. Justru kamu yang aku Peringatin.” jawab Daiga datar.

“Apa???”

“Dan lain kali, pastikan memilih pria manusia.”

Setelah mendengar ucapan terakhir Daiga, Evita menoleh ke belakang. Tidak ada yang aneh dari pria berambut jambul itu. Hanya saja, gelagatnya berubah drastis jadi kaku seperti patung.

Kebingungan Evita pun segera terjawab begitu bola mata Daiga berubah menjadi merah dan mengarahkan sorot matanya ke mata pria tersebut. Sulur-sulur hitam muncul, seraya mengelilingi bola mata si pria. Deteksi berhasil. Seperti itulah cara Daiga mendeteksi iblis buruannya: `Horror`. Horror dapat merasuki manusia seklaigus mengambila alih tubuh mereka.
“Tch. Sesuai dugaan, kamu adalah Horror.” ujar Daiga.

“KYAAAAHH!!!” Evita menjerit histeris lalu berlari sejauh-jauhnya setelah kebingungannya terjawab.

Pria yang ternyata Horror tersebut menggeram. “Pengganggu! Padahal baru saja aku hendak makan malam!” keluhnya.

Daiga tersenyum miring, kemudian menjawab, “Maaf, anda belum beruntung. Karena hari ini, gak akan ada makan malam buatmu.”

“Apa?! Kurang ajar! Siapa kamu sebenernya??”

“Kayaknya pedangku yang bakal jawab pertanyaan kamu.” Daiga mengeluarkan sebilah samurai panjang dengan sarung berwarna merah dari balik jaketnya. Samurai itu memiliki lambang segitiga tepat di tengah gagangnya.

“Kamu… Apa kamu Makai Knight!?”

“Tepat! Dan memburu Horror sepertimu adalah tugasku!”

Daiga pun mengeluarkan pedang itu dari sarungnya dan berlari secepat kilat, menebas Horror tersebut persis di dadanya, menimbulkan goresan memanjang dan memberi rasa sakit yang membuat Horror tersebut terhuyung. Tidak cukup sampai disitu, Daiga membuat Horror itu terpelanting ke belakang dengan tendangan keras dari kaki kanannya tepat di perut sang Horror.

“Gyaaakkhh!!”

BRUAKKH!

Horror itu berteriak keras sebelum akhirnya menubruk tembok sampai hancur. Tubuhnya pun tembus ke belakang.

“Egh… Eghh…” saat si Horror menahan sakit dan berusaha bangun, Daiga sudah ada dihadapannya sambil memegang samurai.

“SIAAALLL!!!” Horror itu kembali menyerang Daiga, meninjunya dengan tangan kanan.

Refleks, Daiga menghindar ke arah kiri lalu menyikut wajah Horror tersebut yang ternyata dapat ditepis oleh sang Horror dan dikembalikan dengan tendangan yang mengarah ke wajah Daiga. Terkesiap, Daiga pun langsung mengayunkan samurainya dan berhasil memotong kaki Horror tersebut sampai batas lutut, membuat darah segar menyembur dari sana. Di saat yang sama, Daiga melakukan salto ke belakang. Horror itu meringis kesakitan. Nampak jelas potongan kaki manusia berlumuran darah tergeletak di tanah. Horror tersebut masih belum menampakkan wujud aslinya selain taring, tubuhnya masih manusia.

“Kayaknya kamu orang yang gak bisa diremehin.” ucap Horror itu, tepat ketika Daiga sudah mendarat di tanah. Ia terduduk, dan masih bisa hidup meski kakinya tinggal satu.

Tidak lama kemudian, wujud Horror tersebut berubah perlahan-lahan sambil tertawa keras seperti iblis. Beruntung Daiga seorang Makai Knight, jika manusia biasa, maka ia akan mati karena mendengar tawanya.

Tidak lebih dari satu menit, wujud Horror tersebut berubah menjadi sangat mengerikan. Wajahnya hancur, bibirnya lebar, rambutnya berantakan, serta memiliki kuku yang panjang dan baju sobek-sobek tak beraturan. Kakinya yang tadi terpotong kembali utuh seperti sedia kala.
(http://1.bp.blogspot.com/-8Hj27BXmg_g/UNibOdVetGI/AAAAAAAAAaY/wfRiTOnqPn0/s1600/killerjo3.jpg)

“Jadi itu wujud aslinya.” ucap Daiga.

Cincin perak berbentuk kepala tengkorak yang melingkar di jari tengah kiri Daiga mengedip-ngedipkan matanya.

Cincin itu hidup dan bisa berbicara seperti manusia. Dia juga punya nama. Namanya `Zaruba`, teman perjalanan sekaligus penasehat Daiga dalam membasmi Horror.

(Zaruba)

Zaruba: “Daiga. Dia itu Killer Jo. Salah satu Horror yang memakan wanita muda. Buat ngebunuh dia, kamu harus hancurin jantungnya.”

Daiga mengangkat lengan kirinya sembari melirik Zaruba. “Aku ngerti.”

Akan tetapi, baru saja Daiga hendak menyerang, tiba-tiba Killer Jo menghilang dan sudah ada di depan Daiga seraya mengarahkan pukulan datar. Daiga yang tak punya waktu untuk mengelak pun terlontar ke belakang serta terputar-putar di udara, sebelum akhirnya terguling di tanah. Begitu berhenti berguling, Daiga kembali bangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Tapi, belum sempat ia bernafas, sebuah beton seukuran mobil truck meluncur cepat ke arahnya.

Zaruba: “Daiga!”

Daiga tersentak dan langsung mengangkat samurainya ke atas, membuat sebuah lingkaran di udara. Lingkaran tersebut mengeluarkan cahaya terang yang menyinari tubuh Daiga. Bersamaan dengan itu, Daiga menurunkan samurainya.

TRAAANKK!! Beton pun terbelah menjadi dua.

“Pasti dia udah mati!” ucap Killer Jo. Berfikir kalau beton yang ia lempar pasti sudah menghancurkan tubuh Daiga.

Namun, dugaan Killer Jo ternyata salah. Di tempat beton yang terbelah menjadi dua tadi, berdiri seorang ksatria berarmor emas yang helmnya mirip dengan seekor Serigala. Di tangan kanannya, ia memegang sebilah pedang berlambang segitiga merah pada bagian pembatas gagangnya. Sepertinya dia sudah membelah beton tadi menjadi dua.

Killer Jo terkejut. Dia kenal betul dengan sosok ksatria yang ada di depannya itu. “Ksatria Emas.. Garo…”

Ya, dia adalah Ksatria Emas, GARO. Ksatria terkuat dari Dunia Makai. Dan Daiga Koujima adalah orang dibalik armor tersebut.

(GARO)

Garo berjalan ke depan. Meski tubuhnya terasa lebih berat, tapi Daiga merasa dua kali lipat lebih kuat dalam wujud Garo.
99.9 Detik. Itulah batas waktu yang dimiliki para Makai Knight termasuk Garo dalam penggunaan armor mereka. Maka dari itu, rata-rata dari mereka menggunakan armor hanya saat detik-detik terakhir pertarungan atau jika keadaan benar-benar terdesak

.

.

.

Trink!

Trink!

Trink!

Garo terus berjalan dengan tenang menuju Killer Jo sambil membiarkan serangan Horror yang berupa bola api itu mengenai tubuhnya. Bagi Garo, serangan itu tidak ada artinya.

Sampai Garo mencapai jarak yang dapat dijangkaunya, ia langsung menusukkan pedangnya ke dada Killer Jo. Sayangnya, Killer Jo melompat ke udara, sehingga serangan Garo pun meleset. Meskipun begitu, Garo tidak menyerah, ia juga melompat mengejar Killer Jo yang melompat begitu tinggi. Pertarungan di udara pun terjadi…..

Garo dan Killer Jo saling bertukar serangan serta menangkis satu sama lain, entah itu serangan fisik atau sabetan pedang dan cakaran kuku, kendatipun tubuh mereka terus menerus turun ke bawah.

Tak lama, Garo melihat pertahanan Killer Jo yang terbuka, ia pun segera melakukan tendangan keras tepat di perut Killer Jo yang menyebabkannya terlempar menuju gedung sampai tembus ke belakangnya, menyebabkan kerusakan berupa bolongan di setiap ruang yang ada dalam gedung. Selain itu, Killer Jo juga harus menerima resiko bagaikan jatuh dari gedung lantai delapan belas.

Di saat bersamaan, Garo terlihat menuju ke arah Killer Jo dengan kecepatan tinggi.

“Hraaah!!”

JRAKSS!!

Garo menusuk Killer Jo tepat di dadanya, membuat darah hitam bermuncaratan dari sana.
“UAAAAAARRGGH!!”

BUOOMM!!

Killer Jo pun meledak, hancur berkeping-keping, persis ketika Garo mendarat di tanah dengan posisi berlutut.

01.0 Detik. Trink! akhirnya detik dari armor Garo berakhir. Ketika ia berdiri, tubuhnya kembali ke wujud Daiga Koujima. Begitu pula dengan pedang besarnya yang kembali ke wujud samurai bergagang merah. Dengan mantap ia kembali menyarungkan samurai itu dan melanjutkan perjalanan.

Tugas pertama dari sang legenda baru telah selesai. Daiga Koujima, seorang pewaris titel `Garo Ksatria Emas` dari Garo yang datang sebelumnya. Ia adalah Makai Knight dari Jepang yang ditugaskan untuk memburu Horror di kota ini. Ia bisa berbahasa Indonesia dengan fasih setelah mandi di “Air Terjun Makai”, begitu juga dengan cincinnya. Dia tidak memiliki keluarga, teman, apalagi kekasih. Hanya sebatang kara. Selain berburu Horror, ia juga ditugaskan untuk menyelidiki misteri kekuatan Batu Merah yang ada di Indonesia. Apakah sebenarnya kekuatan yang ada terkandung dalam batu itu? Petualangan yang sebenarnya akan segera dimulai.

=*=*=*=*=*=

To Be Continued

NB: Buat anak BE yang mau ikutan jadi karakter di cerita ini, calonin diri aja.. Soalnya dulu di Blog sebelumnya saya juga udah pernah janji..

Salam Sapa Blogger Personal

Yosh, Salam sapa.. Ijinkan saya memperkenalkan diri selaku sesama Blogger.

Nama: (Kalian boleh panggil gw) “Ariel”, karna nama gw kepanjangan.. Atau Hyuuga aja lah sesuai nama disini..

Umur: Dibawah 25, diatas 17

Hobi: Tentu aja nulis, Beladiri, Olahraga, and Belajar..

And well, saya tau komunitas Blogger Energy ini awalnya nyari2 di Search Engine tentang komunitas baru yg friendly tentunya.. 🙂 Terus entah kenapa tiba2 nyasar di tips yg dibuat B.E tentang gimana cara Blog banyak komentarnya.. Gax tau kenapa koq saya baca itu tulisan sampe habis and berlanjut ke ‘Gimana caranya join di Blogger Energy’ beserta ‘Etika dan cara promosinya’. Lamat2 saya baca dari atas sampe bawah, koq saya jadi tertarik ya? Apakah yg ditulis Admin itu emang beneran?? Untuk membuktikannya, saya coba2 iseng kroscek ke Blog User2 yg komentar.. Ternyata emang bener.. Selama saya baca Blog orang2 di gogel jarang yg dapet komentar banyak.. Paling banyak juga dari Anonymous.. Bagi saya itu hal yg mengejutkan.. Makin tertariklah saya sama komunitas ini.. Siapa tau nanti dapet temen baru bahkan sahabat baru, sekaligus bisa nambah wawasan dari bermacam2 Blogger..

Oiya, alesan saya join disini karna saya rasa User disini ramah2 and bisa saling support satu sama lain, sekaligus jadi wadah untuk saya berkarya secara Personal disamping menceritakan hal2 Personal tentunya.. Terus apa Karya Personalnya? Jawabnya, Cerbung dan Fanfiksi yg melibatkan diri saya secara “personal”. 😀 Tapi, disini juga saya mau ngasih kesempatan buat sesama Gyerz untuk ikutan di cerita buatan saya sebagai karakter.. 🙂 Mau? Eits, tapi ada syaratnya.. Gax berat koq, cuma komen aja setiap ceritanya terbit dan selalu setia menunggu update’annya.. 🙂 Yang paling setia nanti akan dpt peran penting sebagai sidekick dlm cerita.. 😉 Selain itu Insya Allah akan saya adakan Awards and Kuis Berhadiah seputar cerita.. Penasaran gimana Cerbung atau Fanfiksi’nya? Nantikan Blog selanjutnya! 😉 Yang mau daftar jadi karakter silahkan…

Kenapa saya pilih genre Personal? Karna saya lebih senang menceritakan sesuatu dengan cara saya sendiri.

Oke, sekian perkenalan dari saya.. Kurang lebihnya mohon maaf, terutama masalah CSS yg masih begini.. Ada yg bisa bantu ngajarin saya?

Douzo yoroshiku onegaishimasu.. 🙂

Photobucket